GOWA TOPIKTERKINI.ID, Juga kepada masyarakat yang punya banyak sawah dan harta lainnya, kecuali khusus kepada KPM yang betul-betul tergolong pra sejahtera kehidupannya carut marut.
Persoalannya pada tahun-tahun sebelumnya kerap kali ditemukan agen tidak pilih walaupun kaya tetap juga diberikan kesempatan menikmati hak orang miskin.
Orang kaya juga tidak sadar risiko akhirat mengambil alih hak orang tidak mampu itu.
Semoga dengan Agen BPNT lama Non aktif, bisa menjadi pelajaran sehingga sistem penyalurannya tidak sama lagi dengan masa sebelumnya.
Serta tidak lagi nyasar kepada warga yang punya banyak emas dan harta lainnya.
Betapa tidak tahun-tahun sebelumnya kerap ditemukan juga kepada warga yang mampu serta nilai pengganti uang berupa beras, daging, telor dan sayuran tidak sesuai.
Uang KPM usai diterima di PT POS yang ditunjuk pemerintah menjadi penyalur untuk dibelanjakan kepada siapa saja yang dikehendaki, tetapi justru pemilik e-warong kerap kali dengan berbagai macam cara agar KPM tetap belanja di warongnya dan mengganti dengan bahan pangan pokok tidak sama besar dari yang sesungguhnya yang harus diterima.
Kalau sebulan Rp.200 rb, nilai penggantinya seperti beras, telor dan sayuran hitungannya kadang- kadang paling tinggi Rp.150.000,- sehingga kalau penyalurannya dua kali, uang per KPM mencapai jumlah besar yang nyasar, apalagi kalau satu kali dalam tiga bulan.
Semoga dengan ketentuan Kemensos, bisa jadi pelajaran bagi pengelolanya untuk menyalurkan BPNT tidak terlalu mencari keuntungan besar.
Atau tidak lagi kepada warga yang punya banyak emas dan harta lainnya kecuali khusus warga yang betul-betul tidak mampu, sesuai Program bersih-bersih Presiden RI Prabowo Subianto,
Maggarisi Saiyye
Social Header