Breaking News

RPH Terlantar, Selain Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Hilang, Juga Bisa Picu Pencurian Ternak




TAKALAR TOPIK TERKINI.ID, Sekalipun Rumah Potong Hewan (RPH) di fungsikan untuk digunakan menyembelih ternak dagangan para pedagang, belum tentu juga bisa dijamin tidak ada pencurian ternak.
Apalagi kalau RPH terlantar, pedagang ternak bebas memilih tempat menyembelih ternaknya bahkan di kolong rumahnya pun tidak ada halangan.
Terlebih lagi ternak sapi-kerbau dan kuda di takalar tidak lagi dilengkapi dengan kartu sebagai tanda bukti kepemilikan sehingga lebih leluasa lagi bagi penjahat melakukan aksinya dan bebas menjual kemana saja terkhusus kepada pedagang ternak.

Kebebasan pencuri ternak ini terungkap ketika 3 ekor sapi milik Amin Rais warga kelurahan parangloe kecamatan tamalanrea kota makassar, dicuri di kandangnya Oktober 2024.
Kemudian sehari sesudahnya para pelaku pencuri berhasil diringkus Unit Reskrim Polsek Tamalanrea Kota Makassar bersamaan sapi tersebut di sita dirumah milik MUSTARI DG.NGAMPA warga dusun bontosunggu desa pa'rappunganta kecamatan polombangkeng utara kabupaten takalar, 1 ekor masih hidup dan 2 ekor sudah jadi daging yang menurut DG NGAMPA ketika dikonfirmasi pada bulan itu disita Unit Reskrim Polsek Tamalanrea.


Ketika MUSTARI DG NGAMPA berhasil dikonfirmasi di pinggir jalan poros manongkoki takalar-makassar tidak menyangkal kalau sapi tersebut dia beli karena ia tidak tau kalau itu sapi curian.

Persoalannya ternak seperti sapi, kerbau dan kuda tidak lagi sama tahun-tahun sebelum pakai kartu sehingga ada alat kontrol kepemilikan, sekarang tidak ada lagi kartunya kata DG NGAMPA sehingga siapa saja yang membawa sapi untuk dia jual, siapa juga dipercaya karena itu tadi tidak ada lagi kartu.
Dampak buruk dari tidak adanya kartu ternak dan RPH terlantar, besar bangat seperti dijelaskan diatas, sumber PAD hilang dan memicu pencurian.

Maggarisi Saiyye






Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - TOPIK TERKINI