Breaking News

4 Warga Timbuseng Takalar Ngaku Dikorbankan Oknum Kepala SMKN 6 Takalar

TAKALAR TOPIK-TERKINI.ID, Namun hanya 3 orang tampil dalam gambar masing-masing ;

Saharuddin, Suaib dan Daeng Nai tetapi berempat sama dengan Daeng Sarro mengaku jadi korban dari dugaan tipisnya rasa kemanusiaan Kepala SMK Negeri 6 Takalar.
Dengan perlakukan yang kurang manusiawi itu terungkap informasi selama ini nyebut kepribadian Hj.Sitti Syamsiah S.Pd, M.Pd tergolong sama seperti manusia sombong alias arogansi, tetapi terasa sulit dipercaya, karena yang bersangkutan bukan lagi guru, tetapi sudah dipercaya pemerintah jadi pemimpin di SMK Negeri 6 Takalar Sulawesi Selatan sehingga yang patut dipertontonkan sehari-hari adalah keteladanan atau terdepan jadi panutan, baik dilingkungan masyarakat terlebih dalam jajarannya sendiri.

Tetapi ternyata informasi tersebut mendekati kebenaran saat dikonfirmasi hari rabu 13/8-2025 diruang kerjanya perihal 4 orang warga desa timbuseng kecamatan polombangkeng utara kabupaten takalar diberhentikan dari pekerjaan proyek disekolah itu secara sepihak.
Oknum guru yang diberi tugas tambahan kepala sekolah, kelihatan layaknya tidak sama dengan pendidik lain.

Betapa tidak karena kalau manusia berpendidikan tinggi wajarnya menyikapi konfirmasi dengan baik dan sopan, tetapi yang kelihatan hari itu rabu 13/8-diruang kerjanya adalah terkesan  melebihi sama seperti manusia  sombong dan arogansi nenampik konfirmasi seraya mengatakan bukan diberhentikan tetapi dia berempat sepakat berhenti bekerja.
Namun ; Saharuddin, Suaib, Daeng Nai dan Dg Sarro, kepada Topik-Terkini.id rabu 13/8-2025 mengatakan sebagai warga tergolong prasejahtera butuh nafkah sehari-hari dengan umur masih muda berikut fisik dan tenaga lagi kuat-kuatnya tidaklah rasional dikatakan berhenti sendiri meninggalkan peluang nafkah, sehingga yang merasa dialami keempatnya mengaku dikorbankan kepala sekolah.

Persoalannya setelah di berhentikan kemudian belakangan ia tau digantikan diduga keluarga oknum kepala sekolah jadi beruntung bangunan yang dikerjakan sudah masuk pada pemasangan ring balok artinya beban pekerjaan tinggal yang ringan-ringan.
Kesan yang sama seperti arogan dan kesombongannya semakin dipertontonkan ketika disinggung pengunaan rangka untuk semua bangunan jenis holo sepertinya tidak sesuai spek, bukan memberi alasan penggunaan rangka yang kualitasnya di duga lebih rendah dari yang dipersyaratkan, melainkan
Kepala Sekolah nyebut pekerjaannya dalam pendapingan jaksa yang setiap saat diawasi.
Pihak Cabang Dinas Pendidikan Wilaya Takalar-Jeneponto akan dikonfirmasi kemudian.

(Bersambung)

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - TOPIK TERKINI