Breaking News

Hentikan Tukang Batu Dan Buru Bangunan, Kepala UPT SMKN 6 Takalar Dinilai Tak Berhati Nurani

TAKALAR TOPIK TERKINI.ID  - Terkait adanya empat orang pekerja proyek revitalisasi gedung sekolah di SMKN 6 Takalar yang diduga diberhentikan bekerja di proyek tersebut, maka Kepala UPT SMKN 6 Takalar Sul-Sel, kini dapat sorotan publik, dinilai tak berhati nurani memberhentikan tanpa sebab kepada ke 4 pekerja proyek bagunan sekolahnya, yang sedang mengadu nasib mencari sesuap nasi keluarganya.

Proyek yang diperoleh UPT SMKN 6 Polongbangkeng Utara, Kab. Takalar, Sul-Sel, adalah merupakan proyek revitalisasi bangunan sekolah tahun anggaran 2025 sumber anggaran APBN dengan nilai kontrak 914.133.934 dengan berbagai macam Bangunan yakni,  1 titik bangunan laboraterium, 1 titik bangunan UKS, 1 titik bangunan BK,  3 titik bangunan WC, dikerja suwakelola.

Kepada rekan Media ini, keempat pekerja tukang batu bersama buruh bangunannya yang diberhentikan oleh oleh kepala tukan Dg. Ngampang di bawa naungan kepercayaan Kepsek Hj ST. Syamsiah, S.Pd, M.Pd,  yakni, Saharudin Dg. Taba, Suaib  Dg. Taba,  Ansar Dg. Nai, dan tobo  saat ditemui di rumahnya di Desa Timbuseng pada 13/8/2025 menyampaikan rasa kekecewaanya diberhentikan bekerja tanpa alasan yang mendasar, padahal mereka sebagai tukang batu di proyek SMKN 6 Takalar itu, bersama dengan 3 rekanya sangat membutuhkan pekerjaan tersebut, demi menhidupi keluarganya.

Menurutnya, mereka  satu minggu lalu distopkan oleh Kepala tukangnya,  bernama Dg. Ngampan dengan alasan, tidak ada bahan besi masuk dan dijanji masuk kembali bekerja hari Selasa, namun tiga hari kemudian tidak ada kabar dipanggil masuk melanjutkan pekerjaannya dan kemudian ada kabar, bahwa dirinya bersama tiga orang rekanya sudah diberhentikan bekerja tanpa alasan yang tepat. Olehya itu ia bersama rekannya keberatan karena sangat kecewa.

Dikatakannya, bahwa seharusya pihak sekolah memberdayakan mempekerjakan masyrakat yang domisili di sekitaran sekolah karena masyarakat lokal disini, banyak juga tukang profesional yang bisa bekerja namun nyatanya Kepsek lebih memilih mempekerjakan keluarganya dari luar Kecamatan, seperti kepala tukan Dg. Ngampan merupakan keponakan sendiri Kepala sekolah yang tinggal di belakan pasar Pattallassang Kecamatan Pattallassang rata-rata yang di pekerjakan keluarga dari Kepala Sekolah ujarnya penuh kekecewaan.

Buktinya, sebelumnya 6 orang warga setempat di terima bekerja sebagai tukang batu dan buruh bangunan pada proyek tersebut, namun saat ini tinggal dua orang warga lokal yang dipekerjakan sedangkan ada puluhan pekerja bangunan rata rata keluarga Kepsek dari luar Kecanatan ucapnya.

Sekaikatan dengan itu, Kepala UPT SMKN 6 Takalar, Hj. ST. Syamsiah, S.Pd, M.Pd, ketika ditemui oleh rekan Media ini di ruang kerjanya pada 13/8/2025, mengakui adanya 4 orang pekerja bangunannya yang berhenti bekerja, namun membantah kalau dirinya yang memberhentikannya, kecuali mereka yang berhenti sendiri.

Dijelaskannya, bahwa ke 4 orang itu bekerja di titik Pembangunan WC yang di samping belakang namun ke empat pekerja malas-malasan masuk bekerja hingga sampai saat ini sudah tidak masuk lagi bekerja bukan pihak kami yang berhentikan mereka dan memang ada keluarga kami yang bekerja di proyek ini namun itu tidak salah yang penting keluarga saya itu tukang profesional yang mampu bekerja Jelasnya.

Lebih lanjut Kepsek menyebut bahwa proyek revitalisasi gedung sekolah ini dilibatkan kejaksaan selaku pengawasan dan diakuinya juga, kalau dibintek hadir dari pihak kejaksaan sebagai pengawasan proyek revitalisasi bangunan sekolah.

Dikatakannya, bahwa pihak jaksa menyampaikan kepada dirinya, jika ada pihak-pihak dari lembaga baik dari LSM maupung wartawan yang sipatnya mengintervensi terkait dengan proyek yang ditanganinya, agar direkam dan difoto saja, lalu kemudian diselesaikan bersama di pihak kejaksaan. Kata Kepsek, Hj. Syamsiah S.Pd M.Pd.

Selanjutnya di sampaikan juga bahwa bantuan revitalisasi bangunan sekolah yang di terimahnya nilai anggaranya di anggap rendah dengan berbagai aitem kegiatan pekerjaan namun pihaknya berusaha memaksimalkan Pekerjaannya sampai selesai.

Hamzar Siriwa (Red) 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - TOPIK TERKINI