TAKALAR TOPIK-TERKINI.ID, Untuk pemenuhan lengkap kebutuhan pendidikan bagi siswa-siswi SMKN 6 takalar sulawesi selatan, pemerintah pusat melalui dirjen kementerian pendidikan republik indonesia tahun anggaran 2025 menurunkan anggaran kurang lebih Rp.900 jt untuk membiayai Revitalisasi gedung masing-masing ; gedung bimbingan dan konseling (BK), gedung laboratorium IPA, ruangan UKS dan 3 ruangan WC masing-masing 3 closet
Namun niat suci pemerintah tidak diamalkan dengan baik, melainkan lebih kepada dikerjakan tidak nemenuhi standar, terkesan untuk merauf keuntungan besar.
Kemungkinannya diperoleh dari hasil pantauan topik-terkini.id belum lama ini terlihat material jenis hollow untuk rangka atap berikut kuda-kuda diperkirakan kandungan besinya lebih tinggi dari almunium yang harusnya kandungan almuniumnya lebih tinggi dari besi supaya tidak muda berkarat atau lebih bertahan lama digunakan masyarakat.
Selain itu ukurannya juga diduga lebih kecil dari standar, sehingga tentu secara otomatis kualitasnyapun lebih rendah.
Begitu juga jarak pancang kuda-kuda untuk menopang kekuatan komponen rangka atap juga diprediksi tidak sesuai standar atau mungkin saja berjarak 1 setengah meter dari ketentuan jarak pancang 60 cm.
Untuk kualitas yang kuat dari hasil revitalisasi gedung SMKN 6 takalar yang dipersyaratkan pemerintah terasa sulit tercapai.
Betapa tidak, anggarannya kemungkinan besar tidak utuh kepada sasaran.
Itu semua dilakukan sebagai upaya memperkecil pengeluaran anggaran untuk memperbesar keuntungan, kata sumber.
Persoalannya proyek revitalisasi tersebut tidak dikerjakan secara swakelola, melainkan sama seperti di pihak ketigakan sehingga anggarannya sangat rentan terbagi-bagi.
Bukti dikerjakan pihak ketiga tidak melenceng dari realitas di lapangan sebagaimana diakui Daeng Sibali ketika 4 orang warga timbuseng tetangga dengan SMKN 6 diberhentikan bekerja setelah volume pekerjaan tinggal yang ringan-ringan.
4 warga miskin itu diberhentikan bekerja demi untuk dugaan memberi kesempatan keluarga kepala sekolah jadi pengganti disaat volume pekerjaan sudah kecil.
Dengan demikian sumber topik-terkini.id menginformasikan kepada gubernur sulawesi selatan untuk diketahui seperlunya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Takalar-Jeneponto yang dimintai sikapnya Via WhatsAppnya 15/8-2025 perihal pelaksanaan tugas Hj.Sitti Syamsiah sebagai pekerja proyek swakelolah hingga 25/8-2025 atau interval waktu 10 hari, Andi Ernawati belum juga menjawab atau lebih memilih membisu.
11-12 dengan Kepala SMKN 6 Takalar, Hj.Sitti Syamsiah yang dikonfirmasi juga Via WhatsAppnya 18/8-2025 hingga 25/8 atau waktu 7 hari, tidak juga menjawab melainkan konfirmasi Topik-terkini.id di kirimkan kepada orang lain, maksudnya?
(Red) Bersambung
Social Header