TAKALAR, TOPIKTERKINI. ID--Seorang Warga Miskin Desa Kalekomara Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kab. Takalar, Sul-Sel, Kamaria dg. Lolo yang tergolong sangat miskin, dia terdaftar sebagai warga penerima Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) dari kementerian Sosial sebesar 900.000, namun bantuan itu tak kunjung diterimanya karena diduga pendamping Desa disinyalir main mata dengan Sekdes selewengkan bantuan tersebut.
Hal itu patut dicurigai seiring dengan adanya tuturan Kamaria saat ditemui di rumahnya pada 24/1/2026 menyampaikan, bahwa pada tanggal 6 januari 2026 dia ke Kantor Dinas Sosial mengecek namanya sebagai penerima bantuan BLTS dan berdasarkan data yang dibuka oleh operator Dinsos, namanya ada tercatat sebagai penerima bantuan BLTS sebesar 900.000 .
Setelah mengetahui namanya ada di data penerima BLTS, maka diia segera ke Kantor Pos Takalar untuk mengecek namanya sebagai calon menerima bantuan BLTS senilai Rp. 900.00, namun setibanya di Kantor Pos, salah satu pegawai pos menyampaikan, kalau bantuannya sudah diambil oleh pendamping atas nama Nur Asma Kadir tuturnya.
Sekaitan dengan itu, Kamaria kembali bergegas mendatangi kepala Dusunnya minta tolong dibantu mendapatkan jatah bantuan yang diperuntukkannya, dengan kordinasi langsung ke Kepala Desa Kalekomara Parawansah.
Dari hasil kordinasi Kepala Dusun Borongramisi lewat caht pesan suara ke Kades terdengar, bahwa atas nama Kamaria warga Dusun Borongramisi dengan satu warga lainnya bantuannya sebesar 900,000 masih ada di Kantor karena tidak ditau siapa orangnya sehingga pendamping menarik dari Kantor Pos ucap Kades lewat caht pesan suaranya dengan Kepala Dusun.
Ketika itu korban, Kamaria menjadi resah dan sangat bingung, karena saat ingin datang ke Kantor Desa Kaleko'mara mengambil bantuan yang didapatkannya, tiba-tiba Sekdes, Hardianto mengatakan, kalau atas nama Kamria tidak ada namanya sebagai calon penerima bantuan BLTS, sedangkan pihak Dinsos dan pihak Kantor Pos sudah menyatakan ada.
Kamaria sangat emosi dan jengkel karena merasa dikorbankan, namun dia tidak berdaya kecuali berisap tangis terseduh seduh merenungi nasibnya yang malang hak bantuan yang terbilang sudah mau' ditelan telah dirampas orang nurjana tak mengenal dosa halal dan haram.
Melihat kondisi keadaan hidupnya , Kamariah tergolong sangat miskin sehingga dianggap dia paling layak menjadi perhatian pemerintah untuk memberikan bantuan apa saja yang bisa meringankan beban hidupnya. Apalagi anaknya 3 orang masih duduk di bangku sekolah yang sudah pasti butuh biaya paling tidak uang jajan, sementara Kamaria mengaku saat ini dirinya tidak pernah dapatkan bantuan seperti bansos, PKH dan lainya.
Sekdes Kaleko'mara, Hardianto yang dihubungi panggilan washap menyampaikan, bahwa warganya atas nama Kamaria tidak ada namanya keluar dari pusat untuk mendapatkan bantuan BLTS dimaksud.
Sementara pendamping Nur Asmah sampai berita ini diturungkan belum berhasil di temui.
Red

Social Header