TAKALAR TOPIK TERKINI.ID, Saat kios badan usaha milik desa (BUMDES) surulangi kecamatan polombangkeng selatan baru dibuka beberapa tahun silam, sabang hari ramai dikunjungi masyarakat setempat.
Persoalannya kios tersebut masih berisi bermacam-macam bahan pokok kebutuhan sehari-hari.
Tetapi lama kelamaan kios tersebut yang letaknya dalam halaman depan kantor desa setempat sudah mulai sunyi bahkan saat ini sudah tertutup total ibarat menderita penyakit lumpuh atau gulung tikar.
Oleh karena itu jadi pertanyaan banyak pihak.
Persoslannya penyertaan modalnya asal dana desa sesuai informasi yang dihimpun hingga saat ini mencapai angka kurang lebih Rp.200 jt.
Kuat dugaan kalau modal tersebut lebih dominan salah sasaran atau diduga nyasar ketempat lain.
Sementara ketua BUMDES terdahulu adalah Rabaali sebelum jadi kepala desa.
Ketua BUMDES setempat, Sahrir Dg Gassing yang dikonfirmasi senin 2/2/2026 tidak jauh dari kantor desa surulangi, mengaku tidak tau kalau dikatakan kurang lebih Rp200jt karena kondisi modal bumdes saat diberi amana jadi ketua, tinggal Rp70jt yang katanya tetap utuh jadi modal usaha.
Kondisi modal bumdes ini besar kemungkinan disemua desa mengalami hal serupa.
Oleh karena itu pihak kejaksaan negeri takalar yang dikenal peduli mengembalikan kerugian keuangan negara, diharap semoga kemungkinan penyertaan modal bumdes disemua desa sudah amblas seyogianya menjadi perhatian seperlunya.
Maggarisi Saiyye

Social Header