Tetapi ditengarai bertentangan dengan petunjuk teknis yang dipersyaratkan peraturan pemerintah.
Penggunaan komponen material lebih dominan tidak sesuai standar spesifikasi
Seperti besi kebanyakan tidak masuk spesifikasi atau bertentangan dengan standar yang ditetapkan pemerintah.
Sebagai contoh misalnya, besi sloof, pilar dan rim balok, bagai disulap tetapi tidak kelihatan lagi karena semuanya sudah tertanam tertutup dengan cor beton dan plafon.
Demikian juga komponen kuda-kuda, gording dan rangka plafon sama seperti turut disulap kepada yang lebih tipis.
Upaya tersebut dilakukan pelaksana kata sumber ibarat mengalabui publik untuk merauf keuntungan yang lebih besar.
Persoalannya adalah proyek yang menelan anggaran kurang lebih Rp3M, sehingga andai pelaksana fokus kepada kepentingan pendidikan semata maka menghasilan kualitas yang kuat tetapi lebih sama seperti mengejar keuntungan sehingga penggunaan material ditengarai dimainkan untuk memperkecil pengeluaran.
Betapa tidak kata sumber saat pelaksanaan pemancangan pembesian kebanyakan ukurannya lebih rendah dari standar yang ditentukan atau lebih kepada bertentangan dengan rencana anggaran belanja (RAB), bisa diteliti gambar utama dalam berita ini
besi masing-masing ; untuk sloof, pilar dan rim balok harusnya yang ulir sebagai upaya menciptakan kualitas yang kuat.
Tetapi untuk merauf keuntungan yang lebih besar, pelaksananya justru lebih dominan menggunakan besi yang kualitasnya lebih rendah.
Demikian pula komponen kuda-kuda berupa besi holo ketika itu kelihatan yang lebih tipis dan rangka atap ditambah rangka plafon kebanyakan tidak sesuai standar.
Akibatnya upaya pemerintah menambah gedung lebih berkualitas justru lebih kepada sia-sia.
Sementara pemerintah menurunkan anggaran besar agar bermanfaat lama dinikmati masyarakat.
Seorang pengusaha jasa kunstruksi yang tidak mau ditulis identitasnya mengatakan bahwa standar spesifikasi material untuk revitalisasi gedung sekolah mengacu pada standar nasional indonesia (SNI) yang merupakan peraturan menteri PUPR, serta pedoman teknis sarana dan prasarana kemendikdasmen.
Fokus utamanya katanya adalah untuk kekuatan, ketahanan (umur layanan minimal 20 tahun), keamanan dan kenyamanan pengguna.
Tetapi semua itu tidak dilakukan sehingga dimohon kepada gubernur sulawesi selatan semoga berkenan menurunkan tim audit untuk lebih memperjelas ibarat manipulasi dimaksud.
Bendahara proyek yang dikonfirmasi via whatAppnya beberapa hari lalu hingga 5/5/2026 belum juga menjawab.
Muh.Yusuf (Bersambung)

Social Header