Untuk menciptakan ASN aktif melaksanakan tugas, bupati takalar, H.Mohammad Firdaus Daeng Manye pada 15/8-2025 melancarkan pemantauan disegala tempat, dikantor- kantor, dilapangan juga dilakukan secara digital. Bila ada OPD dengan tingkat kehadiran atau kepulangan di bawah 80%, maka pimpinan akan langsung ditegur bupati dan diberi peringatan dalam bentuk label merah. Hasil dari pendekatan ini tidak main-main berdampak positif berdasarkan data internal, terjadi peningkatan signifikan. Rata-rata kehadiran ASN naik dari 72% menjadi 91%, kepuasan publik terhadap layanan meningkat dari 68% menjadi 84%, jumlah laporan pengaduan ASN turun drastis dari 43 per bulan jadi 12, jumlah OPD dengan label "merah" berkurang dari 8 hanya 2.
Pendekatan ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk membangun kesadaran ASN jadi lebih siap, lebih bertanggung jawab dan lebih peduli terhadap pekerjaan mereka, jelas Daeng Manye.
Metode kontrol yang humanis ini secara perlahan mulai mengubah wajah birokrasi di takalar, ASN tidak lagi bekerja karena tekanan, melainkan karena merasa hadirnya pemimpin yang benar-benar memantau dan peduli.
Dengan demikian bupati berharap budaya disiplin ini terus tumbuh sebagai bagian dari perubahan menuju takalar yang lebih profesional, berdaya saing dan berorientasi pelayanan.
Muliati - Maggarisi Saiyye
Social Header