Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) atau sering disebut Koordinator BPP, yang bertugas memimpin, menkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan penyuluhan pertanian di tingkat Kecamatan, kini Zaenal yang konon sudah 4 bulan diberikan Amanah Selaku Ketua BPP Kec. Polong Bangkeng Selatan Kab. Takalar Sul-Sel, terkesan dinilai meresahkan warga petaninya, karena semenjak diamanahkan menjadi kordinator BPP Kec.polongbangkeng selatan terhitung baru dua kali masuk berkantor ucap sumber.
Padahal selain ia bertanggung jawab menyusun program penyuluhan, untuk memastikan efektivitas penyuluh juga menjadi pusat informasi serta teknologi pertanian bagi petani binaannya serta memfasilitasi pembinaan dan pemberdayaan kelompok tani, agar lebih berdaya saing menyediakan, menyebarkan informasi teknologi untuk mencapai produksi pertanian lebih meningkat.
Dari sejumlah informasi yang berhasil dihimmpun topikterni.id, disebutkan, kalau selama diberi amanah jadi Ketua Balai Penyuluh Pertanian di Keca. polombangkeng selatan kabupaten Takalar Sulawesi Selatan empat bulan lalu, terhitung baru dua kali kelihatan batang hidungnya nongol di Kantornya ujar sumber.
Konon, Zaenal bertugas sebagai PPL dan sekaligus merangkap Kordinator BPP, sehingga menjadi lebih sulit petani menyerap informasi untuk pengolahan pertanian yang lebih efektif.
Selama Zaenal jadi Ketua BPP kata sumber, dampaknya buruk sekali karena kalau pengurus kelompok sedang butuh koordinasi, harus berusaha mendatangi Ketua BPP di rumah kediamannya.
Apalagi petani lanjut sumber, tidak sedikit kebutuhannya dengan Ketua BPP yang juga bertindak sebagai PPL, termasuk tukar informasi perihal teknik mengatasi bermacam serangan hama yang harus diatasa melalui petunjuk Ketua BPP/PPL sebagai petugas yang memiliki ilmu pengetahuan yang mahir soal itu.
Juga kebutuhan administrasi pertanian saat-saat seperti ini petani sedang sibuk pada musim gadu, mengalami kesulitan untuk melanjutkan kebutuhannya ke Dinas Pertanian akibat kesulitan pelayanan Ketua BPP setempat.
Dan celaka 13 bagi petani kata sumber karena kalaupun Ketua BPP dimaksud berhasil ditemui dirumahnya di dusun bontolebang desa moncongkomba, bukan memberikan pelayanan tanpa pamri melainkan lebih kepada sama seperti mengoceh saku.
Oleh karena itu, sebagai upaya mempermudah pelayanan petani diwilayah BPP kecamatan polombangkeng selatan, masyarakat petani diwilayah setempat mohon kepada gubernur sulawesi selatan, agar berkenaan meninjau penempatan ZAENAL.
ZAENAL kata sumber harusnya sadar dengan penghasilan yang diberikan negara kepadanya setiap bulan, bukan semata untuk nafkah tetapi juga lebih kepada bermanfaat kepada petani.
Terlebih jabatannya sebagai Kordinator BPP sebagai ujung tombak yang memastikan petani mendapatkan pendampingan teknis dan akses pasar yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas.
Lebih lanjut sumber menyampaikan Seharusnya kordinator BPP sekaligus merangkap PPL se-kecamatan polongbangkeng selatan Zaenal Dg. Kulle seharusnya hadir mengawal penyaluran bibit benih padi yang baru-baru disalurkan kemasing-masing kelompok tani di wilayah kerjanya namun zaenal tidak hadir mengawal penyaluran bibit padi tersebut.
Koordinator BPP, Zaenal yang dikonfirmasi via whatsAppnya
23/4/2026 sampai 03/5/2026 atau interfal waktu 10 hari belum juga memberikan tanggapan alias jawaban..
Red (Berlanjut).

Social Header