Memelihara ternak, kerbau, sapi termasuk kambing dan yang lainnya adalah hak asasi manusia serta merupakan kebebasan semua warga negara karena itu halal serta dianjurkan pemerintah untuk sumber nafkah.
Tetapi bukan berarti bebas kebablasan, ternak tidak dijaga sebagai kewjiban antisipasi merusak tanaman, misalnya atau mengotori teras kios tempat berjualan manusia.
Jangan sampai sabang hari berkumpul mengotori sesuatu mengganggu orang lain, semisal membuang tai dan kencing yang aromanya bisa menembus paru-paru
menciptakan penyakit.
Seperti ternak kambing yang sabang hari ngumpul diteras kios tempat Abd.Hakim berjualan mengeluarkan kotoran seperti dimaksud diatas, tetapi ironis karena Junaid Daeng Rate emosi kambing itu diusir.
Menyusul esoknya pagi-pagi hari rabu 11/02/2026 tak disangka Junaid Daeng Rate yang sehari-hari berdagang ikan dipasar tepo desa banggae poros wisata pantai topejawa kecamatan mangarabombang mendatangi Abd.Hakim marah-marah sambil sama seperti mengeluarkan kata-kata megancam "jangan sembarang kau campuri" apalagi kamu bukan orang alsi sini, kata Abd.Hakim menirukan Junaid Daeng Rate.
Oleh karena itu hanya dengan upaya antisipasi penyakit yang mungkin ditimbulkan kotoran ternak itu justru hampir mencelakai Abd.Hakim Laja karena Junaid Daeng Rate yang diperkirakan pemilik kambing, marah besar.
Abd.Hakim Laja yang juga wartawan media OnLine Topikterkini.id mengatakan kepada siapa saja yang marah ternak dimaksud dilarang berkeliaran mengotori kios, ingin ganti posisi agar bisa menyadari betapa busuknya aroma yang disebarkan kotoran ternak itu.
Perlu dipahami kata Abd.Hakim bahwa aroma kotoran ternak dimaksud terasa "menembus paru-paru" menandakan paparan zat berbahaya, infeksi serius, atau kondisi medis tertentu memerlukan perhatian segera untuk menjaganya.
Bau menyengat atau busuk seperti ; bangkai, bahan kimia, atau apak, dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, sesak napas, mual, bahkan kerusakan paru-paru jangka panjang.
Oleh karena itu Abd.Hakim mencegah ternak dimaksud berkumpul membuang kotoran diatas teras kios tempat berjualan, bukan maksud dengan niat jahat, tidak, kecuali semata- mata antisipasi penyakit yang bisa ditimbulkan.
Soal ancaman Junaid menjastis Abd.Hakim bukan warga asli tepo' dewasa ini tidak zaman lagi kecuali satu suku dan satu agama yang patut dianut adalah saling menghargai, ketika orang lain mau dicubit, hendaknya cubit dulu diri kita, kalau dampaknya sakit, sama juga orang yang dicubit itu.
Kata-kata mengancam itu membuat Abd.Hakim trauma sehingga bermaksud menyesaikan lewat jalur hukum.
Maggarisi Saiyye (Bersambung)

Social Header