Kalau kepala desa kurang menyadari tugasnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, mengayomi dan tidak membeda-bedakan pelayanan, maka tidak tertutup kemungkinan jabatannya bisa digunakan mencelakai warganya yang tidak disuka.
Terlebih kalau selama ini diduga curang mengemban tugas pemerintahan.
Seperti kepala desa tuju kecamatan bangkala barat kabupaten jeneponto, YUNUS dikabarkan atau diduga kuat sama seperti manusia yang kurang memiliki rasa kemanusiaan hingga tanah yang letaknya di dusun buludoang selama ini jadi jalanan umum justru ditutup atau dipagri.
Akibatnya sejumlah pemilik tanah dibelakangnya tidak lagi mendapat akses kemasing-masing kebunnya.
Satu dari beberapa warga yang keberatan tanah jalanan umum itu ditutup kepala desa, Budiman Dg Sijaya mengaku korban atas ulah kepala desa, YUNUS karena sesungguhnya tanah pribadinya sendiri saja bisa dikorbankan untuk warganya.
Terlebih luas tanah jalanan dimaksud hanya sekitar 2 x 20 meter sehingga kalau kepala desa tidak rakus, bisa saja ia korbankan untuk rakyatnya.
Budiman Daeng Sijaya mengatakan bahwa tanah dimaksud merupakan jalanan umum berbatas sebelah timur tanah milik kepala desa, saat tanahnya dimohonkan sertifikat, sang kepala desa menggabungkan dengan tanah jalanan, kata Budiman Daeng Sijaya.
Kalau betul demikian, maka tidak berlebihan kalau oknum kepala desa dijuluki manusia rakus.
Warga lain mengatakan bahwa walau digabungkan dengan sertifikatnya kalau kepala desa yang baik, tanah jalanan umum itu tetap dibuka bahkan bisa disumbangkan untuk bekal dunia dan akhirat nanti.
Oleh karena kepala desa tuju kurang memiliki rasa kemanusiaan bertentangan dengan tugas pokok pemerintahan sehingga masyarakat mohon kepada bupati, H.Paris Yasir agar berkenan mengevaluasi kedudukan YUNUS itu.
Kepala Desa Tuju, YUNUS yang dikonfirmasi via whatsApp miliknya selasa 10/02/2026 pukul 12.20, namun sampai eseoknya pukul 08.10 wita, belum juga menjawab termasuk ucapan salam juga diabaikan.
(Red) Bersambung.

Social Header