TAKALAR TOPIKTERKINI.ID- Tidak jalannya aliran air di lokasi Pasar Tepo Kelurahan mangadu, Kec. Mangarabongbang, Kab. Takalar, Sul-sel, dinilainya pihak pengelola pasar tidak peduli kerusakan pompa air di sumur, membuat sejumlah pedagang pasar pada meresahkan situasi tersebut.
Kepada Media ini salah satu penjual barang campuran yang tinggal dà Kios pasar tepo, Abd Hakim Laja mengaku sangat mengeluh dan resah kesulitan mendapatkan air akibat rusaknya Pompa air dari sumur dan Takkunjung diperbaiki.
Dikatakanya, kerusakan pompa air sebenarnya pihak pengelola pasar bertanggungunjawab memperbaiki atau mengganti Pompa air yang rusak karena setiap bulan kita ditagih dÃwajibkan membayar iyuran air kepengelola pasar. Ucap Hakim laja dengan nada kesalnya.
Hakim laja juga menyanpaikan, bahwa dirinya pernah menanyakan ke pengelola pasar, yakni Subair Dg. Ngimba mengenai perbaikan mesin pompa air namun alih alih menjawab, bahwa kerusakan pompa air itu bukan urusan pihak pengelola tetapi itu urusan Kantor.
"Kalau pompa air rusak itu urusan Kantor. Saya cuma menyetor pembayaran distribusi saja jadi kalau masalah kerusakan pompa air itu bukan urusan saya selaku pengelola pasar", Jawabnya.
Sekaitan hal tersebut Hakim Laja menilai Pengelola pasar subair hanya ingin mendapatkan nenikmatinya iyuran pembayaran air 30.000 persatu pedagan setiap bulanya saja, tidak punya kepedulian dengan kerusakan pompa air tersebut ucap hakim dengan nada kesal.
Lanjut Hakim Laja mengatakan, bahwa pengguna air di dalam pasar baik pengunjung atau para penjual, sangat membutuhkan air sehingga sangat diharapkan pula, agar pihak pengelola pasar bertanggung jawab melaporkan ke atasannya untuk memperbaiki pompa air karena setiap bulanya kita menyetor iyuran tagihan air sebesar 30.000 perorang pedagan.
Hamzar Siriwa.

Social Header