TAKALAR TOPIKTERKINI.ID--Sikap perilaku Kepala SDN 518 Lauwa dí Desa Kampung Beru, Kec. Polongbabgkeng Timur, Kab. Takalar, Sul -Sel, Yulyanti S. Pd. M.Pd, yang dikonon kabarkan jarang masuk kerja, kini menjadi sorotan publik, karena dinilai melalaikan tugas pokoknya sebagai pimpinan guru di sekolah binaannya.
Sumber menyebutkan, bahwa akhir akhir ini pasca mutasi bergulir di kab. Takalar, kurang lebih tiga bulan yang lalu semenjak kepsek, Yulyanti dí beri tugas tambahan selaku kepala UPT SDN 51 Lauwa jarang masuk melaksanakan tugas pokoknya dalam satu minggu tidak menentu kehadiranya.
Sumber menyanpaikan Kepsek Yulyanti diketahui tinggal di desa cekoan kec. Laikan dí mutasi ke SDN 51 Lauwa yang jaraknya lumayang jauh sementara kendaraan bermotor yang digunakan sering rusak sehingga mungkin paktor itulah sehingga kepsek sering tidak datang melaksanakan tugas pokonya selaku kepala sekolah.
Lanjut sumber menyampaikan bahwa kemalasan kepsek Yulyanti datang melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dí sekolah kepemimpinanya, sangat bertolak belakang tidak seiring dengan program Bupati Dg. Manye "Takalar maju, Takalar cepat".
Oleh karena itu berbagai kalangan masyarakat menyoroti apsensi kehadiran kepala sekolah Yulyanti menjadi pertanyaan diduga apseng harian diduga direkayasa untuk mendaptkan tunjangan sertipikasi.
Sekaitan dengan itu, diminta kepada pihak Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan dan Inpekstorat segera mengepaluasi kinerja Kepala SDN 51 Lauwa yang jarang masuk kerja melalaikan tugas pokoknya sebagai kepala sekolah.
Kepsek, Yulyanti sudah tiga kali ingin dítemuai dí ruang kerjanya, namun selalu gagal alias tidak berhasil, sejumlah guru bawahannya yang hadir hanya bisa menyampaikan, kalau kepala sekolahnya tidak datang ke sekolah.
Hamzar Siriwa.

Social Header