TAKALAR TOPIK TERKINI.ID, Program MBG yang digelontorkan Presiden Prabowo Subianto, sangatlah mulia sebagai upaya pemenuhan gizi murid sekolah.
Hanya saja penyedia dilapangan belum bisa mengamalkan maksimal niat suci Presiden itu, melaikan masih sama seperti memanfaatkan untuk merauf keuntungan besar.
Contoh konkret satu sekolah di kecamatan laikang kabupaten takalar tepatnya di SD Pattoppakang, dari satu hari maret 2026 berhasil dipantau menunjukkan kondisi MBG lebih buruk dari yang buruk.
Betapa tidak, dari Rp15rb anggarannya per murid, penyedia hanya menyerahkan empat jenis MBG masing-masing ; 1 biji roti, 1 biji pisang (kadaluarsa lagi), 5 biji kurma dan 1 butir telur.
Dari 4 jenis dibilang MBG kelihatan tidak memenuhi standard gizi sehingga lari dari tujuan Presiden Prabowo Subianto.
Sama sebelumnya juga 4 jenis masing-maaing ; 4 biji rambutan, 1 biji apel rusak, 1 butir telur dan 1 Sachet kacang tanah.
Hitung- hitung dua kali pembagian MBG nilainya ditaksir Rp10rb, sementara ketentuan nilai 2 X samdengan Rp30rb atau selisih Rp20rb.
Dikali 100 saja murid, keuangan negara nyasar kesaku lain mencapai Rp1jt setiap kali pembagian, dikali 1 bulan saja mencapai angka Rp30jt.
Baru 1 sekolah kata sumber, sedangkan dikecamatan laikang- mangarabombang mencapai 35 SD, belum termasuk SMP- SMA sederajat.
Selain itu MBG khusus di SD Pattoppakang kata sumber sesungguhnya tidak memenuhi unsur gizi, kalau gratis ia.
Persoalannya diukur dari kualitasnya bahkan mendekati kadaluarsa.
Hingga berita ini dipublis, penyedianya belum berhasil dikonfirmasi.
(Red)

Social Header