Breaking News

Kwatir Timbulkan Bencana, Warga Minta APH Beri Tindakan Aktivitas Tambang Material Batu Gunung Yang Diduga Ilegal Di Polongbangkeng Selatan.


TAKALAR TOPIKTERKINI.ID– Aktivitas tambang yang diduga ilegal di Lingkungan Tengko, Kel. Bulukunyi Kec. polongbangkeng Selatan, Kab. Takalar, Sul-Sel, kini terkesan menimbulkan kekuatiran dan keluhan banyak warga, sebab Selama berbulan-bulan, praktik penambangan material batu gunung dan tanah timbunan menggunakan alat berat breker jenis ekskavator yang terus beraktivitas lancar tanpa tindakan tegas dari APH, sangat dikuatirkan berujung bencana. 

Hal itu diungkapkan oleh Warga setempat, mengaku sangat khawatir terhadap dampak yang ditimbulkan aktivitas tambang ilegal yang akan mengakibatkan bencana ke pemunkinan warga yang setiap harinya diolah, material batu digali, dibreker menggunakan alat berat, tanah diangkut keluar dijadikan timbunan di area pemukiman perumahan dan yang lainya, jika terus dibiarkan dipastikan akan menimbulkan bencana alam seperti banjir dan lonsor.

Dengan adanya aktivitas tambang yang diduga ilegal itu, ratusan mobil truk yang setiap hari keluar masuk ditambang mengangkut meterial yang juga membuat jalan rusak parah kebecekan dimusim hujan, dan berdebuan dimusim kemarau yang sudah pasti berterbangan berhamburan ke rumah warga yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan warga sekitar utamanya.
Hal itu dapat tergambarkan adanya pengrusakan jalanan, seiring dengan adanya beberapa warga petani mengeluhkan jalan tani yang menuju di masing-masing kebunnya sulit dilalui akibat jalan tani tersebut, dirusak oleh mobil truk yang keluar masuk ditambang mengankut material batu gunung dan tanah timbunan. 
Dari hasil pantauan Media ini, ditemukan 6 titik tambang yang diduga ilegal yang rutin melakukan aktivitas setiap hari, dengan terlihat puluhan mobil truk jenis tongkang mengantri pada titik tambang di kampung padeng-padeng lingkungan tengko, Kelurahan Bulukunyi, Kec. Polongbangkeng Selatan. 

Sementara itu Lurah Bulukunyi, Ahmad yang ditemui di ruang kerjanya, mengaku sudah sering kali memberikan teguran kepada pihak pelaku pengelola tambang bahkan pihaknya sudah turun ke lokasi tambang menindak lanjuti keluhan warga, namun pihak penambang membandel tak mau menghentikan aktivitasnya. 

Sekaitan dengan itu, pihak Lurah dan Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Takalar dan Polda Sulawesi Selatan, untuk segera melakukan penertiban menghentikan aktivitas tambang yang terduga ilegal itu, sebelum dampaknya semakin meluas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai aktivitas tambang yang diduga ilegal dimaksud.

Red/Hamzar
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - TOPIK TERKINI