Kemungkinan sikap cuwek kepada rakyat, 4 fraksi DPRD takalar tunjukkan tanda-tanda besar.
Alasannya adalah rapat paripurna saja yang dijadwalkan 13/4/2026 gagal karena malas hingga tidak hadir.
Rapat paripurna tersebut meliputi agenda penyampaian pemandangan umum fraksi serta jawaban bupati terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban (LKP) tahun anggaran 2025 sehingga fraksi tersebut semuanya wajib hadir.
Terlebih rencana pembahasan pembentukan panitia khusus (Pansus) LKP bupati.
Sumber topikterkini.id mengatakan kegiatan dimaksud tidak menguras isi dompet, kecuali pikiran dan akal untuk kepentingan masyarakat kedepan tetapi toeh 4 fraksi tidak tertarik juga.
Ketidak hadiran fraksi dimaksud mengundang reaksi masyarakat, dominan menilai terlebih kalau harus dengan sentuhan anggota DPRD yang mesti menguras saku mengeluarkan penghasilan.
Seperti kebanyakan masyarakat didesa tinggal dirumah tidak layak huni berikut jalanan rusak bertahun-tahun menyulitkan pengguna jalan.
Sumber topikterkini.id mencontohkan khusus jalalan poros salekoa-hombes desa towata kecamatan polombangkeng utara diperkirakan 5 km sudah bertahun-tahun tidak lagi sama seperti jalanan kendaraan roda dua berijut roda empat tetapi belum juga mengundang perhatian DPRD mendorong pemerintah daerah untuk pemeliharaan jalan dimasud.
Apalagi anggota DPRD yang diharapkan langsung untuk membantu justru lupa akan janjinya mematuhi segala kebutuhan masyarakat jika nanti jadi anggota DPRD.
Dalam rapat tersebut diketahui fraksi yang tidak hadir masing-masing ;
PDIP, GELORA, DEMOKRAT dan
PKS (gabungab HANURA).
(Red)

Social Header