TAKALAR TOPIK TERKINI.ID, Syafaruddin sudah meninggalkan tugasnya sebagai Plt.Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Takalar (ia pensiun), tetapi masih tetap menyisahkan cerita ibarat busuk tiada putunya.
Persoalannya tertinggal proyek yang anggarannya sama seperti mark-up besar-besaran, namun sampai kini oleh pihak berkompeten, eksekutif setempat maupun unsur penegak hukum belum ada yang mengambil sikap yang sesuai.
Padahal kalau diperhatikan kondisi drum yang dialihfungsikan jadi tong sampah, sangat tidak rasional kalau anggarannya yang merupakan program kepala dinas lama yang digantikan Syafaruddin mencapai angka kurang lebih Rp600jt.
Betapa tidak Rp600jt dibagi 2.831 buah kata sumber hasilnya hanya mencapai kurang lebih Rp212rb.
Sementara harga pasaran satu buah drum yang baru seperti pengadaan dinas lingkungan hidup tidak lebih dari Rp200rb.
Tetapi selain sama seperti bekas juga tong sampah yang tersebar dipinggir-jalan dalam ibukota takalar kelihatannya bukan satu buah, melainkan seperdua artinya kalau tidak menjadi obyek mengeruk pendapatan pribadi bagi pengelolanya maka anggarannya mestinya tidak lebih dari Rp283.100.000,- ataukah kalau mau ada sisanya paling tidak sampai Rp400jt, bukan Rp600jt, begitu kesal sejumlah sumber sekaligus mengakui masih tetap jadi perbincangan dimasyarakat
Dengan demikian tentu jadi pekerjaan rumah bagi Plt Kepala Dinas yang baru.
(Red)

Social Header