Breaking News

Dinilai Kerja Asal Asalan, Pemerhati Masyarakat Polsel Sorot Pelaksana Proyek Program P3A- TGAI, Aspirasi Hamka Bekadi Kejar Keuntungan Besar


TAKALAR, TOPIKTERKINI.ID- Terkait Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Lingkungan tengko, Kel. Bulukunyi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sul-Sel, kini terkesan tertuai sorotan tajam publik, lantaran Proyek pembangunan saluran irigasi yang bernilai Rp195 juta, diduga kuat dikerjakan asal-asalan, sehingga pelaksana disorot tajam lebih mengutamakan keuntungan besar, ketimbang kerja sesuai Juknis jaga mutu dan kualitas kekuatan fisik bangunan.

Konon, Program P3A-TGAI adalah aspirasi dari Hamka Bekadi Anggota DPR-RI yang seharusnya dikerjakan dengan baik dengan mengutamakan kuwalitas kekuatan fisik bangunan itu, agar dapat bertahan lama untuk digunakan dan dinikmati sepanjang masa, oleh masyarakat petani setempat pada khususnya.
Hal itu dapat tergambarkan seiring dengan Tim Media barengan sama pemerhati masyarakat Polongbangkeng Selatan, melakukan investigasi langsung ke lokasi kegiatan dan menemukan beberapa indikasi sejumlah kejanggalan fatal yang diduga berpotensi merugikan keuangan negara dan masyarakat petani setempat.

Pemantauan dilakukan oleh Tim Media barengan dengan pemerhati, tak lain adalah untuk memastikan proyek padat karya tersebut berjalan sesuai standar operasional yang berlaku. Namun sangat disayangkan fakta di lapangan justru tidak sesuai dengan harapan pemerintah dan masyarakat.
“Saat kami cek langsung di lokasi, ditemukan banyak sekali kategori indikasi kejanggalan. Salah satunya adalah campuran semen yang di gunakan di pasangan batu gunung terlihat berdebu hancur, entah bahan semen yang kurang ataukah semen yang digunakan tidak berkwalitas karena terlihat semen yang digunakan bukan semen kuwalitas Bosowa atau Tonasa yang sudah dijamin kualitas kekuatanya". Ujar Pemerhati. 

Lanjut dikatakannya, bahwa penggunaan semen diduga tidak sesuai standar operasional dan kami juga mengendus adanya penggunaan material yang diduga kuat ilegal pula.

Selain itu sepanjang pekerjaan pasangan batu, nampak trrlihat jorok bengkok kiri kanan yang seharusnya pasangan terlihat terpasang rapi dan kuat. 

Pemerhati masyarakat PolSel menilai, bahwa buruknya pengerjaan proyek yang dikelola oleh kelompok P3A Tani Bungung lompoa ini, akibat karena lemahnya pengawasan dari pihak-pihak terkait, dan ataukah ada kerjasama kongkalikong antara pihak pelaksana dengan pihak rekan pengawas alias Konsultan.
Menyikapi temuan tersebut, dengan tegas pemerhati masyarakat polongbangkeng Selatan meminta kepada balai ponpengan provinsi Sulawesi selatan, agar melakukan tindakan atas ulah pelaksana Kelompok P3A yang dinilai bekerja asal jadi, sehingga patut diduga kuat lebih mementingkan kepentingan pribadi mendapatkan keuntungan besar, ketimbang kualitas kekuatan pekerjaan yang dapat bertahan lama digunakan sepanjang masa oleh para petani setempat. 

Ketua kelompok P3A Bungung lompoa K. Dg. Nai yang berusaha ingin ditemui di rumahnya untuk dikofirmasi pada17/7/2026, namun tidak berhasil ditemui karena sedang keluar kata anaknya. 

Red/ Hamzar
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - TOPIK TERKINI