TAKALAR TOPIKTERKINI.ID--Dugaan penyimpangan yang di lakukan pelaksana proyek program revitalisasi satuan Pendidikan pada SLB Negeri 1 Mapakasungguh dengan anggaran 1. Melyar lebih mencuat di pernukaan lantaran material Pembesian yang di gunakan hanya besi ukuran sikma 10 dan besi ukuran sikma 8 diduga keras tidak sejalan dengan petunjuk tehknis (Juknis).
Berdasarkan investigasi dan informasi yang dihimpun, kualitas revitalisasi tahun 2026 ini diduga lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun anggaran 2025. Pasalnya, proyek revitalisasi pada tahun 2025 lalu menggunakan material besi 12 full dan sebagian di antaranya menggunakan besi 12 full ulir. Namun, pada pengerjaan tahun ini di Kabupaten Takalar, material yang digunakan justru turun spesifikasi menjadi besi ukuran 10 full dan 8 full.
Sumber masyarakat setempat menyampaikan seharusnya besi yang digunakan pada bangunan pagar dan bangunan gedung baru pada proyek yang dikerjakan kepala SLB menggunakan menimal besi ukuran sikma 12 SNI sesuai standar Nasional berdasarkan juknis yang dapat menghasilkan kekuatan maksimal digunakan sepanjang masa.
Namun karena pelaksana dinilai lebih mengejar keuntungan ketimbang kuwalitas bangunan sehingga menggunakan material Pembesian yang ukuran lebih kecil dari besi ukuran sikma 12 SNI yang di jamin kekuatan dan kuwalitas.
Selain itu kata sumber seharusnya semen yang di gunakan pelaksana merek Bosowa atau tonasa yang terbukti dijamin kuwalitasnya namun karena semen Bosowa dan tonasa harganya agak tinggi bila dibandingkan dengan semen merek baru seperti rajawali yang harganya lebih murahan sehingga pelaksana lebih memilih menggunakan semen rajawali yang lebih rendah harganya dari semen bosowa dan tonasa.
Kepala sekolah Makmur, S.Pd,M.Pd yang di temui diruang kerjanya pada 21/7/2026 menyampaikan bahwa pihaknya bekarja sesuai RAB, mereka mengakui menggunakan besi ukuran 10 SNI.
Lanjut kepsek menyampaikan proyek dikerjakannya adalah merupakan bantuan pemerintah program revitalisasi satuan Pendidikan dari dirjen pendidikan swakelola APBN tahun anggaran 2026 dengan besar anggaran yang dikelola sebesar 1.206.682.000 jelas kepsek.
Red/hamzar

Social Header