Ketika PT Kawasan Industri Tiran (PT KITA) yang merupakan tiran group masuk wilayah desa laikang, dahulu kecamatan mangarabombang, sekarang kecamatan laikang kabupaten takalar sulawesi selatan, masyarakat berharap bisa dipekerjakan dengan sistem yang adil mengais rezeki menambah sumber nafkah sebagai tujuan perusahaan masuk desa memberdayakan masyarakat yang pantas.
Terlebih sampai kepada perintisan proyek pembangunan pelabuhan wilayah pesisir puntondo desa setempat yang sedang berlangsung saat ini oleh masyarakat yang terdampak lebih berharap pula mata pencahariannya seperti lokasi budidaya rumput laut dan tempat pemancangan jaring menangkap ikan dan lainnya bisa berganti jadi modal untuk mengganti sumber kehidupan bersama keluarga, istiri dan anak-anaknya.
Persoalannya nantinya dua jenis sumber nafkah mereka tidak lagi bermanfaat untuk kehidupan bersama keluarga, istri dan anak-anaknya melainkan berubah bentuk jadi fasilitas kawasan industri.
Tempat mengais nafkah sebagian besar sudah tenggelam dengan timbunan dan sudah diganti rugi.
Kalaupun yang belum tertimbun tetapi sudah sama dengan yang tertimbun tidak lagi berfungsi sama seperti sebelum--
sebelumnya.
Air laut yang bersentuhan dengan tanah timbunan kata banyak warga setempat berubah jadi kotor keruh pantangan budidaya rumput laut
Kedua jenis sumber nafkah, budidaya rumput lau dan jaring tangkap ikan, beberapa warga mengaku sebagai penggarap secara turun temurun dari neneknya kepada ayahnya hingga kepada dirinya tetapi dengan aktifitas penimbunan membuat tidak lagi digunakan akibat dari dampak suara bising hingga ikan-ikan yang dulunya terbiasa masuk jaring menjadi liar menjauh.
Seorang yang paham tentang pertumbuhan rumput laut mengatakan budidaya rumput butuh aiar laut yang jernih, sedangkan ikan harus terhindar dari suara bising hingga masuk dalam perangkap jaring
Walau kedua jenis sumber kehidupan belum juga tertimbun tetapi sudah pasti akan terdampak, terlebih tidak lagi berfungsi sesuai habitatnya, oleh para pemiliknya berharap sekiranya pengendali PT KITA sudah berkenan menyerahkan ganti kerugian atau tidak lagi beralasan karena belum terdampak.
Redaksi (Bersambung)

Social Header